Perjalanan ini ku alami pada bulan Puasa……..
Bulan Ramadhan adalah bulan yg di tunggu-tunggu oleh umat muslim, karena d bulan ini adalah bulan penuh rahmat dan di bulan inilah kita benar-benar di uji keimanan dan ketaqwaan kita kepada YME. Menyambut datangnya Ramadhan para ibu-ibu sibuk dengan menunya. Terlebih para ibu-ibu di kantor, masing2 mereka memamerkan menu apa yg akan disajikan buat keluarga tercinta. Tidak seperti hari biasanya, jm kantor yg seharusnya pulang pukul 15.00 wib, tetapi karena subuh dini menikmati sahur bersama, maka jgn ditanya kenapa pada jm 10.00 wib kantor dah pada sepi. Kalau mau tau kmana mereka para ibu-ibu, silahkan cek ke pasar, pasti rame, komplit dengan berbagai jenis pakaian seragam dari instansi yang berbeda-beda.
Saya melewati bulan yang penuh rahmat ini tak lebih dengan bulan-bulan lain, biasa saja, menurut saya justru bulan puasa lebih identik dengan pemborosan (bagi mereka yang suka membeli semua kebutuhan tetapi akhirnya banyak yang di buang), tetapi bagi mereka yang lebih banyak beribadah, bersyukurlah karena YME akan memberikan rahmat-Nya yang tak terhingga.
Suatu sore setelah pulang kerja biasa saya d jemput oleh suami, kemudian kami mampir kerumah mbah (orang tua saya) karena sang putri tercinta bersama mbahnya selama kami bekerja. Karena bulan puasa saya harus secepatnya pulang kerumah kami untuk mempersiapkan keperluan berbuka, maklum selama ini kami tidak punya pembantu jadi smua urusan rumah tangga kami kerjakan bersama-sama (kesetaraan gender benar-benar berlaku di rumah ini). Begitu kami mau langsung pulang, mbahnya menyiapkan sedikit bekal untuk berbuka yaitu kolak pisang, dibungkus dan dimasukkan dalam kantong plastik hitam. Setelah semua beres, kami langsung pulang menuju rumah kami yang jaraknya 13km dari rumah mbah, namun di perjalanan saya kepingin membeli buah semangka, mampirlah kami sebentar untuk membeli buah semangka. Saya mampir di penjual buah, sambil memilih-milih buah saya meletakkan barang yang saya pegang d atas meja tempat buah-buahan diletakkan, disebelah saya ada seorang ibu juga melakukan hal yang sama dengan saya. Setelah memilih, menawar, membayar dan membawa buah semangka saya langsung pergi secepat kilat sambil menyambar barang bawaan saya yang saya letakkan di atas meja tadi.
Sampai di rumah saya pun segera menyiapkan menu yang akan dimasak, ya… cukup untuk 2 orang saya dan suami, karena sang putri sudah buka duluan di rumah mbahnya. Selesai semua saya bereskan, saya mulai membuka-buka bungkusan yang saya bawa mulai dari rumah mbah sampe mampir di pinggir jalan. Kaget saya…. kok kolak pisang yang dari mbah gak ada ya…., saya tanya suami “pak, kolak pisang dari ibu (mbah) kok gak ada, kmana…? Mungkin ketinggalan di tempat buah tadi, bu…..
Semua barang bawaan saya bongkar sambil ditata di piring untuk disajikan, saya heran lho kok ada bubur kacang hijau sama kue lemper jadi satu kantong plastik, td kata mbahnya kolak pisang kok jadi bubur kacang hijau ya…..
Suami lihat sang putri membawa tentengan plastik hitam, “mbak, coba sini bapak liat apa isinya…..
“lho, ini dia bu kolak pisangnya, jadi bubur kacang hijau dan kue lempernya punya siapa ya….? kita kan tadi gak mampir beli kue…..?
Setelah dipikirĀ “mungkin ibu bawa punya orang tadi waktu beli buah…… soalnya tadi disebelah ada seorang ibu letak belanjanya disamping belanja ibu…….
“jadi gimana bu…? masak mau dikembalikan, kemana…? ketukang jual buah…? sama aja…? udahlah mending kita makan aja, kan gak sengaja…..
akhirnya sambil tertawa kami pun menyantap hidangan berbuka….
Keesokannya saya bersama suami dan sang putri belanja ke pasar, setelah mencari bahan-bahan masakan terakhir saya membeli santan di salah satu toko, karena buru-buru melihat hari mau hujan saya menyuruh suami membawa barang belanjaan dan langsung menunggu di kendaraan, sementara saya menunggu santan yang lagi di parut dulu kelapanya, saking buru-burunya saya langsung ambil santan tadi dan langsung meninggalkan toko itu, begitu tiba di parkiran saya teringat, lho kok saya masih pegang uang 2 ribu ya…. untuk beli santan….
Saya tanya ke suami “pak kok duit 2 ribu masih ibu pegang untuk beli santan tadi, apa ibu belum bayar ya…?
Lho, kan ibu yang belanja kok tanya bapak…..
Ya udahlah tak balik lagi ngasih duitnya…
Ha…ha…bu-bu…. gmana sih, kemaren dapat bubur kacang hijau gratis sekarang santan pun mau gratis pula, besok apa lagi…?
Jadi segala sesuatu itu jangan di kerjakan terburu-buru, jalani dengan santai namun pasti. Dan yang lebih penting adalah kesabaran…..